Antara Dua Martabat
Khas untuk hati dan jiwa ini...
Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari datuknya : "Apabila Allah sudah menghimpun seluruh makhluk, maka ada penyeru yang berseru : "Mana orang-orang yang memiliki keutamaan?" Maka ada sekumpulan orang yang jumlahnya TIDAK SEBERAPA RAMAI, berdiri lalu cepat-cepat pergi ke syurga. Mereka disambut para malaikat yang berkata : "Kami melihat kamu tergesa-gesa pergi ke syurga. Siapakah kamu?" Mereka menjawab : "Kami adalah orang-orang yang memiliki KEUTAMAAN." Para malaikat bertanya : "Apa keutamaan kamu?" Mereka menjawab : "JIKA KAMI DIZALIMI, MAKA KAMI SABAR. JIKA KAMI DISAKITI, MAKA KAMI MEMAAFKAN. JIKA KAMI DIJAHILI, MAKA KAMI MENAHAN DIRI." Lalu dikatakan kepada mereka : "Masuklah SYURGA dan alangkah nikmatnya pahala orang-orang yang beramal." (Riwayat al-Baihaqi tentang perihal cabang-cabang iman)
Di sana ada dua martabat - martabat keadilan dan martabat keutamaan. Martabat keadilan ialah menghadapi keburukan dengan keburukan yang serupa. Martabat keutamaan ialah menghadapi keburukan dengan kebaikan.
"Dan tidaklah sama (kesannya dan hukumnya) perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat. Tolaklah (kejahatan yang ditujukan kepadamu) dengan cara yang lebih baik; apabila engkau berlaku demikian maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu, dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib." (Fussilat : 34)
Di sana ada dua cara - cara yang baik dan cara yang lebih baik. Maka tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, dengan kaedah yang lebih baik, dengan kata-kata yang lebih baik, dengan sikap yang lebih baik. Utamakan toleransi dan kebaikan, termasuk kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, agar dia kembali menjadi teman yang setia.
Tundukkan hati manusia
dengan berbuat baik kepadanya
kerana hanya kebaikanlah
yang dapat menundukkan manusia
"saya ni dari air mani je..."
Read more...






